Kamis, 15 November 2012

Pemerintah Kota Blitar Beri Modal bagi PSK

0 komentar


Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Blitar kepada para warganya, beberapa bulan lalu Walikota Blitar melakukan penyisiran warga Kota Blitar yang berprofesi sebagai PSK, di sejumlah komplek lokalisasi di Jawa Timur, seperti di Dolly Surabaya maupun di nganjuk. Hasilnya ada beberapa warga asli Kota Blitar yang terbukti bekerja sebagai pemuas nafsu para lelaki hidung belang.
Samanhudi Anwar SH, Walikota Blitar dikonfirmasi di sela - sela aktifitasnya menjelaskan, paska aksi penyisiran ini pihaknya berusaha untuk meminta para PSK kembali ke Kota Blitar. Pria ramah ini mengaku siap memberikan fasilitasi baik modal atau ketrampilan bagi para PSK. Agar mereka memiliki usaha untuk menopang perekonomian, sehingga mereka bisa terlepas dari jeratan pekerjaan PSK dan berubah profesi sebagai pedagang atau yang lainnya.

Jumat, 09 November 2012

PEMERINTAH KAB. BLITAR SIAPKAN ANGGARAN PENDAMPING JAMKESDA Rp. 8.500.000.000,-

0 komentar


jamkesda2Kepesertaan Jamkesda Tahun 2013 naik 14 ribu lebih jika di bandingkan Tahun 2012, dimana untuk Tahun 2012 peserta Jamkesda Kab. Blitar hanya 24.148 peserta sedangkan Tahun 2013 38.297 peserta. Keterangan ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kab. Blitar, Ahmad Tamim, menurutnya tambahan kuota ini terdiri dari warga miskin yang sebelumnya belum masuk program Jamkesda, peserta keluarga harapan, panti sosial, panti asuhan, lapas, rutan, gelandangan, orang miskin telantar pengemis, dan masyarakat miskin yang tidak mempunyai identitas. Sehingga Pemerintah sudah menyediakan anggaran sharing Rp. 8.500.000.000,-, Agar tepat sasaran lanjut Ahmad Tamim Pemerintah harus melakukan validasi data secara benar karena jika salah dan masih ada masyarakat yang belum di masukkan akan menjadi persolan di kemudian hari.

Rabu, 07 November 2012

Kontingen Kota Malang Incar 20 Emas Di POPDA 2012

0 komentar

Menyambut Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2012, Kontingen Kota Malang memasang target tinggi saat akan tampil di Surabaya. Menghadapi kejuaraan yang berlangsung di Surabaya 6-10 Nopember 2012 Pieter Mandibo dkk memasang target meraih 20 medali emas, Senin (5/11).
Memastikan target itu bisa didapat, Walikota Malang memberikan semangat tersendiri agar atletnya mampu tampil istimewa di Surabaya. Sebelum dilepas berangkat ke Surabaya, atlet Kota Malang diterima dahulu oleh walikota dalam apel pagi di depan Balai Kota Malang, Senin (5/11).

Kepala Dispora Kota Malang, Ir.Hadi santoso mengatakan target meraih 20 medali emas di POPDA merupakan sebuah target yang realistis. Sebab sebelumnya di POPDA dua thun lalu, Kota malang baru mampu meraih 14 medali emas.

"Kontingen kami berjumlah 150 atlet, 30 pelatih dan 21 official. Dengan persiapan yang sudah dialkukan sejak jauh-jauh hari saya yakin di Surabaya anak-anak akan bisa meraih hasil terbaik," jelas Soni, panggilan akrab Ir.Hadi santoso, Senin (5/11).

Dari 14 cabang oleharaga yang dipertandingkan di POPDA, Soni menjelaskan Kota Malang mengirim sebanyak 13 cabang olah raga. Adapun satu cabang olahraga yang tidak berangkat adalah bola voli karena sudah lebih dahulu tersingkir di babak penyisihan.

Walikota Malang, Peni Suparto mengatakan dalam apel pagi ini sangatlah istimewa sebab apel diikuti dengan pelepasan atlet ke POPDA. Karena itu orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kota Malang ini berterimakasih sekali kepada Kepala Dispora yang sudah menyiapkan atletnya sebaik mungkin.

"Saya berharap atlet, pelatih dan official Kota Malang tetap menjaga kekompakan selama bertanding di Surabaya. Sebab hanya dengan kebersamaan prestasi yang membanggakan akan bisa didapat," tegas Peni. (cah/tm-BIP)

Selasa, 06 November 2012

Pemkot Blitar Segera Bangun Autis Center

0 komentar
Blitar Kota | Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Blitar, Kamis (01/11), mengarah pada kepedulian terhadap anak sesuai dengan temanya ’’Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak’’.

Seminar tentang Anak Berkebutuhan Khusus ini mendatangkan nara sumber Harnoto, M.Si, dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dirjen Dikdas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dra. Nuraini, Dosen Unair fakultas psikologi yang juga mengisi rangkaian kegiatan. Kegiatan berlangsung di hotel Puri Perdana.

Dalam kesempatan itu, seorang anak autis meminta tanda tangan agar segera didirikan Autis Center di Kota Blitar. Salah satu diantaranya meminta tanda tangan kepada Sekretaris Daerah Kota Blitar.

Drs. Ichwanto, M.AP, sekda Kota Blitar yang mewakili Walikota menyatakan, Autis Center di Kota Blitar akan segera terwujud. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mewujudkannya dan tidak bisa ditunda-tunda lagi, mengingat pentingnya sarana untuk anak berkebutuhan khusus ini. Apalagi saat ini cukup banyak anak yang berkebutuhan khusus yang perlu penanganan.

Jika dibina, diantara anak autis ini bisa berkembang dan mampu menunjukkan potensinya, seperti anak autis yang mampu tampil menyanyi dalam puncak HAN di Kota Blitar kemarin.

Ichwanto menambahkan, untuk sementara konsep Autic Center akan didirikan di wilayah kelurahan Tanggung kecamatan Kepanjenkidul yang dekat dengan sarana kesehatan, berupa Puskesmas. Namun jika memang harus menggunakan tempat yang lain, masih ada aset tanah di wilayah kelurahan Kauman atau di tempat yang lain.

Jumat, 02 November 2012

Pertemuan Listas Sektor Dalam Rangka Peningkatan STBM

0 komentar
Jombang - Dalam kesempatan tersebut Drs. Agus Susilo S. Camat Plandaan  menyampaikan sambutannya agar kita sebagai pejabat, Kades menjadi contoh sekaligus menghimbau kepada warga masyarakat yang masih buang air besar (bab) di sembarang tempat, karena di wilayah Kec. Plandaan ini banyak sungai maupun hutanya sehingga. oleh karena itu marilah semua warga masyarakat kita beri pengertian tentang pentingnya PHBS baik melalui himbauan atau pemicuan yang bisa membuat mereka sadar dan mau membuat WC sendiri secara swadaya pd rumahnya masing-masing baik itu secara swadaya, arisan maupun kerja sama dengan toko bangunan dengan cara diangsur. Dengan demikian diharapkan dapat terselesaikan 100 persen bersih masy tidak buang air besar di sembarang tempat (ODF) dimulai dr Dusun, Desa dan pada akhirnya Kecamatan.