9 PT yang menerima bantuan tersebut antara lain Akademi Kelautan
Banyuwangi (Akaba), Akademi Kesehatan Rustida, STAI (Sekolah Tinggi
Agama Islam) Ibrahimy, STAIDA (Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam)
Blok Agung, STIKES Banyuwangi, STIKOM (Sekolah Tinggi Ilmu Komputer)
PGRI Banyuwangi, UBI (Universitas Bhakti Indonesia) Cluring, UNIBA
(Universitas PGRI Banyuwangi), dan Untag (Universitas Tujuh Belas
Agustus 1945 ) Banyuwangi.
Dalam sambutannya Bupati Anas mengatakan, tujuan diberikannya bantuan
ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan
dalam mengelola perpustakaan di PT masing-masing, sekaligus meningkatkan
minat baca seluruh civitas akademikanya. “Kami berharap, buku-buku
bacaan tetap tersedia dan tidak dilewatkan untuk dibaca oleh anak-anak
muda kita di zaman yang paperless (nyaris tanpa kertas, seluruhnya
beralih pada teknologi seperti laptop dan ipad, Red) ini,“tukas Bupati.
Orang nomor satu di Banyuwangi ini meminta seluruh audiens yang hadir,
waspada terhadap kecanggihan teknologi. Contohnya maraknya generasi muda
yang mengakses film-film porno dari internet. “Ini adalah PR bersama
bagi pemkab dan PT untuk membangun mentalitas dan moralitas generasi
mudanya. Bagaimana generasi muda kita bisa memanfaatkan waktu di
ruang-ruang publik, salah satunya dengan membaca, yang besar manfaatnya
untuk menambah wawasan, ketimbang nggak jelas nonton blue film yang
jelas-jelas merusak akhlak,”ujar Bupati Anas. Terkait peran serta
pimpinan PT dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, Bupati juga meminta
rektor agar ke depan juga menyediakan perpustakaan yang tidak hanya
berbasis buku, namun juga berbasis multi media.
Selain dihadiri para mahasiswa dan dosen dari PT yang bersangkutan,
kegiatan ini juga dihadiri oleh forum rektor, anggota Forum Pimpinan
Daerah, Asisten Pemerintahan, pejabat komponen pemkab, alim ulama, dan
para awak media. (Humas & Protokol)
0 komentar:
Posting Komentar