Moh. Didik Suharmanto, SH., kasi haji dan umroh Kantor Kementrian Agama Kota Blitar saat dikonfirmasi menjelaskan, niat tulus dan semangat berhaji yang dimiliki almarhumah patut menjadi teladan kaum muslim. Sebelum berangkat ke tanah suci, almarhumah yang berusia 60 tahun itu sudah didiagnosa sakit jantung. Saat di asrama haji Sukolilo, almarhumah juga sempat dinyatakan belum layak terbang karena harus mendapatkan perawatan intensif dari tim kesehatan di rumah sakit asrama haji Sukolilo, akibat dari penyakit jantung yang diderita almarhumah. Setelah mendapatkan perawatan dan dapat izin terbang dari dokter, akhirnya almarhumah bisa terbang ke tanah suci dan bergabung dengan jemaah haji asal Sidoarjo.
Menurut Didik, saat tiba di tanah suci Mekah, almarhumah berupaya menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sungguh-sungguh, namun akhirnya almarhumah kembali drop dan harus mendapatkan perawatan dari tim kesehatan. Pada awal pekan lalu, almarhumah menghembuskan nafas terakhir. Saat ini jenazahnya telah dikuburkan di tempat pemakaman umum setempat. Sementara itu, keluarga almarhumah di kota Blitar sudah menerima informasi ini. Bahkan kerabat dan tetangganya telah menggelar sholat ghoib dan do’a bersama.
0 komentar:
Posting Komentar